Proposal Kuantitatif

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Belajar merupakan tanggung jawab setiap siswa dan kualitas hasil belajar tergantung pada kemampuan setiap siswa. Kegiatan belajar di sekolah bertujuan untuk membantu siswa agar memperoleh perubahan tingkah laku dalam rangka untuk mencapai perkembangan yang seoptimal mungkin. Karena pendidikan sangat penting untuk para siswa, agar mereka mampu mengembangkan kretif masing-masing serta bisa menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki. Maka para guru wajib membantu agar siswa bisa menyalurkan bakat yang dimiliki.

Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi adalah minat belajar. Minat merupakan kecenderungan seseorang untuk merasa tertarik pada suatu obyek dan berusaha untuk menekuninya. Bagi seorang siswa minat belajar merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dan seharusnya ada dalam diri siswa untuk mencapai prestasinya. Dengan adanya minat belajar pada mate pelajaran matematika berarti terdapat adanya suatu usaha untuk berkonsentrasi atau perhatian pada mata pelajaran tersebut dan mendorong siswa untuk belajar lebih rajin dan teratur. Adanya minat dalam diri seseorang dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar. Minat belajar pada diri siswa akan berbeda antara satu dengan yang lain, siswa yang mempunyai minat belajar yang besar pada mata pelajaran matematika dimungkinkan akan mendapat prestasi yang lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang mempunyai minat belajar yang rendah pada mata pelajaran matematika.

Di dalam proses pembelajaran banyak dijumpai masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Karena masalah pendidikan dan pengajaran meliputi kesulitan dan hambatan-hambatan dalam perkembangan belajar siswa, dibutuhkan para guru dalam pendidikan dan pengajaran mengarahkan agar siswa belajar, sebab melalui kegiatan belajar siswa dapat berkembang secara optimal. Hambatan dalam belajar ini dimanifestasikan dalam beberapa gejala masalah, seperti prestasi belajar rendah, kurang atau tidak adanya motivasi belajar, kebiasaan kurang baik dalam belajar, sikap yang kurang baik terhadap pelajaran, guru, atau pun sekolah.

Setiap gejala masalah ada yang melatarbelakangi, demikian juga dengan masalah belajar. Misalnya prestasi belajar rendah dapat dilatar belakangi oleh kecerdasan yang rendah, kurangnya motivasi belajar, kebiasaaan belajar yang kurang baik, gangguan kesehatan, kurangnya sarana belajar, kondisi keluarga kurang mendukung, cara guru mengajar kurang sesuai, materi pelajaran yang sulit, kondisi sekolah tidak baik, dan sebagainya. Keseluruhan faktor-faktor yang melatarbelakangi masalah belajar ini, dapat dikembalikan kepada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat mencakup segi intelektual seperti kecerdasan, bakat, minat, dan hasil belajar, segi emosional seperti motif, sikap, perasaan, keinginan, kamauan, kondisi kesehatan fisik serta mental, dan sebagainya. Faktor eksternal meliputi kondisi fisik, sosial, psikologi keluarga, sekolah, serta masyarakat. Semua faktor dapat berpengaruh terhadap perkembangan siswa baik pengaruh positif ataupun negatif.

Salah satu faktor internal adalah kemampuan awal siswa yang merupakan dasar bagi siswa dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa tersebut. Kemampuan awal merupakan tolak ukur dari keberhasilan kegiatan belajar dan pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan awal memegang peranan penting dalam proses belajar siswa.

Fasilitas pembelajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Fasilitas merupakan sarana untuk memperlancar kegiatan belajar siswa. Fasilitas belajar siswa yang terpenuhi dengan baik akan memberikan semangat siswa untuk belajar lebih giat, sehingga proses belajar akan menjadi lebih optimal.

Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua siswa setelah lingkungan keluarga. Siswa akan memperoleh pembelajaran melalui guru, pengalaman di sekolah, dan sosialisasi dengan teman dan guru. Suasana sekolah yang mendukung akan mendukung pula pada kegiatan belajar siswa.

Agar siswa memiliki hasil belajar yang baik pada mata pelajaran matematika, perlu sedini mungkin siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dialaminya. Dengan mengetahui cara belajar matematika yang baik dan memiliki kesungguhan belajar, diharapkan siswa mampu memahami dan mengerti matematika sehingga hasil belajarnya meningkat.

  1. Identifikasi Masalah

Ada beberapa faktor yang mendukung dalam peningkatan minat belajar dan prestasi belajar siswa. Faktor tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal . Faktor internal dapat mencakup segi intelektual seperti kecerdasan, bakat, minat, dan hasil belajar, sedangkan segi emosional seperti motif, sikap, perasaan, keinginan, kamauan, kondisi kesehatan fisik serta mental, dan sebagainya. Faktor eksternal meliputi kondisi fisik, sosial, psikologi keluarga, sekolah, serta masyarakat. Semua faktor dapat berpengaruh terhadap perkembangan siswa baik pengaruh positif ataupun negatif.

  1. Pembatasan Masalah

Permasalahan penelitian ini difokuskan pada minat belajar dan prestasi belajar matematika. Sedangkan prestasi belajar dipengaruhi banyak faktor,  faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar dan prestasi siswa dibatasi pada kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, dan lingkungan sekolah siswa.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar secara tidak langsung melalui minat belajar siswa
  2. Dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa
  3. Dukungan minat belajar siswa tarhadap prestasi belajar siswa.
  1. Tujuan Penelitian

Menganalisis dan menguji pengaruh dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran dan lingkungan sekolah terhadap minat belajar dan prestasi belajar matematika siswa.

  1. Manfaat Penelitian
    1. Manfaat teoritis

Memberikan gambaran yang jelas tentang dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran dan lingkungan sekolah terhadap minat belajar dan prestasi belajar matematika siswa.

  1. Manfaat praktis
    1. Bagi siswa

Dapat digunakan sebagai informasi untuk meningkatkan kemampuan awal siswa sehingga minat belajar dan prestasi belajar matematika meningkat.

  1. Bagi guru

1)        Memberikan masukan tentang dukungan kemampuan awal siswa, fasilitas belajar, dan lingkungan sekolah terhadap minat belajar dan dampaknya pada prestasi belajar matematika.

2)        Sebagai bahan pertimbangan dan acuan guru dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

  1. Bagi peneliti

Sebagai tambahan wawasan dan pengalaman dalam tahap proses pembinaan diri sebagai calon pendidik.

  1. Bagi peneliti lainnya

Dapat digunakan sebagai bahan acuan, pertimbangan dan pengembangan penelitian ilmu yang sejenis.

 BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. Kajian Teori
    1. Prestasi belajar matematika
      1. Definisi prestasi belajar matematika

Tujuan belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang meliputi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Kegiatan prestasi belajar dikatakan berhasil apabila dapat dicapinya suatu hasil atau prestasi yang maksimal dengan melalui suatu penilaian atau evaluasi.

Menurut Sudjana (2002: 28) menyatakan prestasi adalah hasil yang dicapai siswa dari proses pengajaran baik berupa penguasaan materi, perubahan sikap dan tingkah laku dalam periode tertentu.

Sedangkan menurut Karso (2004: 141) mengemukakan bahwa matematika adalah ilmu tentang hubungan karena dalam matematika konsep-konsepnya saling berhubungan.

Jadi prestasi belajar matematika adalah hasil yang dicapai siswa dari suatu aktivitas belajar dalam menerima, memahami, dan menguasai materi matematika yang mencerminkan hasil belajar yang dicapai masing-masing siswa.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

Prestasi belajar yang dicapai siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Ada juga faktor lain seperti motovasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Faktor yang kedua yakni faktor yang berada di luar dirinya. Salah satu faktornya adalah lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran.

  1. Minat belajar matematika
    1. Definisi minat belajar matematika

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.

Menurut Syah (2008: 136) minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.

Sedangkan menurut Purwanto (2007:56) minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderung subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu dan mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan. Dengan kata lain, minat belajar matematika adalah kecenderung subyek untuk merasa tertarik untuk belajar mata pelajaran matematika.

  1. Aspek-aspek minat

Menurut Djamariah (2002: 132) minat pada dasarnya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat dan dekat hubungan tersebut semakin besar minat siswa.

Adapun unsur-unsur penting dari minat, yaitu:

1)        Kesadaran

Secara definitive kesadaran dapat diartikan sebagai sifat yang termuat dalam proses kejadian tertentu pada seseorang yang hidup dan dianggap sebagai sesuatu yang unik serta dapat digambarkan sebagai suatu kemauan untuk mengadakan pengamatan terhadap suatu proses atau kejadian sebagaimana adanya. Adapun indikator untuk kesadaran :

a)        Memanfaatkan waktu luang untuk belajar

b)        Memanfaatkan waktu luang membaca di perpustakaan

c)        Selalu mengerjakan tugas atau PR tepat waktu

2)        Perhatian

Perhatian merupakan pemusatan seluruh aktivitas individu yang ditujukan pada suatu atau kelompok obyek. Indikator untuk perhatian antara lain :

a)        Seberapa besar siswa menyukai mata pelajaran matematika?

b)        Sungguh-sunguh dalam pelajaran matematika

c)        Senang mencari dan memecahan masalah

3)        Kemauan

Kemauan adalah suatu gejala psikis yang dapat mendorong seseorang untuk berjuang secara gigih untuk menguasai pelajaran yang dipelajari. Adapun indikator kemauan, antara lain :

a)        Bertanya kepada teman atau guru apabila mengalami kesulitan

b)        Meningkatkan prestasi belajar matematika

  1. Kemampuan awal siswa
    1. Definisi kemampuan awal

Al Ghazali dikutip oleh Ahmad Rohani dan Abu Ahnadi ( 2008 : 16)  mengatakan bahwa tingkat penangkapan pemahaman berdasarkan kemampuan masing-masing adalah berbeda. Akibatnya ada siswa yang berhasil mencapai pemahaman materi yang baik yang diindikasikan dengan prestasi belajar yang baik pula.

Ruseffendi (2004 : 10) mengatakan bahwa ”Keberhasilan siswa dalam suatu pelajaran atau pendidikan juga tergantung dari kesiapan anak. Kesiapan anak ini ada dua macam, perkembangan mentalnya sudah siap dan pengetahuan prasyaratnya sudah dimiliki. Siswa belum bisa mengerti berhitung bila ia belum dapat memahami hukum kekekalan banyaknya (perkembangan mentalnya belum siap) dan ia tidak akan mengerti persamaan kuadrat bila ia belum mengerti persamaan linier (pengetahuan prasyarat belum ada).”

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, dapat disimpulkan kemampuan awal setiap siswa berbeda. Siswa yang memiliki  pemahaman materi yang baik maka diindikasikan dengan prestasi belajar yang baik pula.

  1. Aspek-aspek kemampuan awal

1)        Kecerdasan

Siswa yang tingkat kecerdasannya tinggi akan menyebabkan kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran cepat.

2)        Minat

Minat adalah kecenderungan yang tinggi terhadap sesuatu. Apabila siswa memiliki minat yang tinggi terhadap mata pelajaran matematika maka hasil yang dicapai optimal.

3)        Bakat

Bakat adalah potensi-potensi yang dimiliki siswa yang dibawa sejak lahir. Apabila pelajaran yang diikuti siswa  sesuai dengan bakat yang dimiliki, prestasi belajarnya akan mencapai hasil yang tinggi.

4)        Perhatian

Perhatian di sini terdiri dari perhatian dalam belajar di rumah dan di sekolah.

  1. Fasilitas pembelajaran siswa
    1. Definisi fasilitas pembelajaran

Menurut Hibana (2002: 101) fasilitas adalah sarana pendukung bagi proses belajar anak. Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki anak maka keberhasilan anak akan semakin tinggi. Fasilitas pembelajaran adalah sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha yang dapat berupa benda maupun uang.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan fasilitas pembelajaran adalah sarana pendukung siswa dalam proses belajar mengajar.

  1. Macam – macam fasilitas pembelajaran

Fasilitas pembelajaran adalah segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan untuk mempermudah dan memperlancar suatu usaha. Fasilitas pembelajaran dalam belajar meliputi:

1)        tempat pembelajaran

Yang meliputi :

a)         ruang kelas

b)        laboratorium

c)         perpustakaan

2)        media pembelajaran

Dalam suatu proses pembelajaran, seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Media pembelajaran adalah     sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dalam pembelajaran (Admin, 2005), yang meliputi: alat peraga, power point, LCD, OHP.

3)        Peralatan tulis

Yang meliputi : Papan tulis, whiteboard, spidol.

  1. Lingkungan sekolah siswa
    1. Definisi lingkungan sekolah

Supardi (2006 : 2) menyatakan lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati.

Yusuf (2005 : 54) menyatakan sebagai berikut ”Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial”.

Slameto (2007 : 64) menyatakan faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.

Jadi dapat disimpulkan lingkungan sekolah merupakan seluruh kondisi ruang dalam lembaga pendidikan formal yang mampu mengembangkan potensi individu dan mampu mempengaruhi belajar.

  1. Aspek-aspek lingkungan sekolah

Aspek dalam lingkungan sekolah meliputi :

1)             Suasana lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah yang nyaman sangat mempengaruhi siswa, apabila lingkungan sekolah tidak nyaman maka proses pembelajaran kurang efektif.

2)             Hubungan antar anggota sekolah

Hubungan antar anggota sekolah, meliputi :

a)         Siswa dengan siswa

b)        Siswa dengan guru

c)         Siswa dengan karyawan sekolah

3)             Perhatian guru

Perhatian guru menentukan pribadi siswa. Apabila siswa tidak diperhatikan maka tingkah laku siswa akan liar, karena di guru merupakan orang tua bagi siswa apabila di sekolah.

  1. Kajian Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh Mark Schneider (2002) mengenai pengaruh fasilitas pembelajaran dan motivasi siswa terhadap prestasi belajar matematika mendapatkan hasil bahwa adanya pengaruh fasilitas pembelajaran dan motivasi siswa terhadap prestasi belajar matematika. Apabila fasilitas pembelajaran memadai tetapi motivasi siswa kurang maka hasil belajar kurang optimal. Karena keduanya tersebut saling berkaitan dalam menentukan prestasi belajar matematika pada siswa.

Adapun penelitian Profesor Charles Desforges (2003) menyimpulkan bahwa ada pengaruh disiplin belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar matematika. Apabila siswa memiliki disiplin belajar yang tinggi, lingkungan keluarga yang harmonis, dan lingkungan sekolah yang kondusif maka hasil belajar siswa akan optimal tetapi bila siswa tidak memiliki disiplin belajar yang tinggi, lingkungan keluarga yang harmonis, dan lingkungan sekolah yang baik dan kondusif, maka hasil belajar siswa tidak akan optimal. Karena semua unsur tersebut berkaitan dalam menentukan hasil belajar siswa.

Sedangkan penelitian Adedeji Tella (2007) menyimpulkan bahwa kemampuan awal siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar melalui disiplin belajar sebesar 5.67% dan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap prestasi belajar melalui disiplin belajar sebesar 4,41%, sehingga dapat disimpulkan kemampuan awal siswa dan lingkungan sekolah sangat menentukan prestasi belajar melalui disiplin belajar siswa.

Berdasarkan penelitian di atas terlihat adanya beberapa variabel yang dapat menunjang prestasi belajar siswa yaitu kemampuan awal siswa, dukungan fasilitas pembelajaran, lingkungan keluarga, disiplin belajar, motivasi siswa terhadap hasil belajar dan lingkungan sekolah.  Untuk melihat adanya perbedaan maupun persamaan variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut.

Persamaan dan Perbedaan Variabel Penelitian

No

Tahun Penelitian

Nama Peneliti

X1

X2

X3

X4

X5

X6

Y1

Y2

1.

2002

Mark Schneider

V

V

V

2.

2003

Profesor Charles Desforges

V

V

V

V

3.

2007

Adedeji Tella

V

V

V

V

4.

2011

Ammalia Rindo S.

V

V

V

V

V

Keterangan:

X1   : Motivasi siswa                                      X5   : Disiplin Belajar

X2   : Fasilitas Pembelajaran                           X6   : Lingkungan Sekolah

X3   : lingkungan Keluarga                             Y1   : Prestasi Belajar

X4   : Kemampuan Awal                                Y2   : Minat

  1. Kerangka Berfikir
    1. Hubungan kemampuan awal terhadap minat dan dampaknya pada prestasi belajar matematika

Dalam proses belajar mengajar kemampuan awal memegang peranan penting dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam mempelajari matematika. Siswa yang mempunyai kemampuan awal yang tinggi akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan teliti. Kemampuan awal tersebut memiliki hubungan erat antara minat dan prestasi belajar siswa.

  1. Hubungan fasilitas pembelajaran terhadap minat dan dampaknya pada prestasi belajar matematika

Fasilitas belajar merupakan faktor eksternal untuk mencapai hasil belajar yang baik. Adanya fasilitas belajar yang memadai akan mendukung minat siswa untuk belajar dan akan berpengaruh pada prestasi belajar matematika.

  1. Hubungan lingkungan sekolah terhadap minat dan dampaknya pada prestasi belajar matematika

Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal selain fasilitas belajar yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Lingkungan sekolah seperti relasi atau hubungan siswa dengan siswa akan menimbulkan sikap atau minat terhadap aktifitas di sekolah.

Kemampuan awal, fasilitas pembelajaran dan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap minat dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Keberhasilan belajar dapat berasal dari kemampuan awal, fasilitas pembelajaran dan lingkungan sekolah yang memiliki kekurangan ataupun kelebihan sendiri-sendiri. Karena tiap siswa memiliki kemampuan awal yang berbeda. Siswa yang berkemampuan awal tinggi maka prestasi belajar yang dicapai akan maksimal, begitu juga sebaliknya.

Uraian kerangka berfikir di atas dapat divisualisasikan pada gambar berikut :

Keterangan:

X1   : Kemampuan Awal

X2   : Fasilitas Pembelajaran

X3   : Lingkungan Sekolah

X4   : Minat

X5   : Prestasi Belajar

  1. Hipotesis

Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran serta perumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut:

  1. Ada dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar secara tidak langsung melalui minat belajar siswa.
  2. Ada dukungan kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, dan lingkungan  terhadap minat belajar siswa.
  3. Ada dukungan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan assosiatif. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis bagaimanakah pengaruh kemampuan awal, fasilitas pembelajaran, lingkungan sekolah terhadap minat belajar dan dampaknya pada prestasi belajar matematika.

  1. Tempat dan Waktu Penelitian
    1. Tempat penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMPN 1 Keling tahun ajaran 2011/2012.

  1. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada minggu pertama bulan November sampai minggu ketiga bulan Februari.

  1. Populasi, Sampel, dan Sampling
    1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Keling tahun ajaran 2011/2012 yang terdiri dari 260 siswa. Sebaran populasi selengkapnya pada tabel berikut.

NO

KELAS

JUMLAH

1.

VII A

32

2.

VII B

38

3.

VII C

38

4.

VII D

38

5.

VII E

38

6.

VII F

38

7.

VII G

38

JUMLAH

260

  1. Sampel

Menurut Sugiyono (2005 : 73) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 157 sampel dari kelas VII SMP N 1 Keling. Sampel ini diperoleh dengan menggunakan tabel krejcie dengan taraf signifikansi 5 %.

  1. Sampling

Teknik pengambilan sampling yang peneliti gunakan adalah teknik proporsional random sampling. Proporsional digunakan untuk memperoleh jumlah sampel masing-masing jenis kelamin dengan menggunakan rumus :

x jumlah L/P tiap kelas

Keterangan :

n = jumlah sampel

N = Jumlah populasi

NO KELAS POPULASI  L/P
1. VII A
2. VII B
3. VII C
4. VII D
5. VII E
6. VII F
7. VII G

JUMLAH

157

  1. Metode Pengumpulan data
    1. Metode pokok
      1. metode angket

Metode angket adalah cara pengumpulan data melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan tertulis terhadap subyek penelitian dan jawabannya diberikan secara tertulis. Dalam penelitian ini digunakan untuk pengumpulan data mengenai fasilitas belajar, lingkungan sekolah, dan minat belajar siswa.

  1. metode tes

Metode tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.

  1. metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mengambil data yang telah ada.

  1. Metode bantu

Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengandalkan pengamatan secara langsung jalannya pengisian angket oleh siswa dan untuk mendukung tercapainya data-data variabel penelitian yang diperoleh dari penyebaran angket.

  1. Definisi Operasional Variabel
    1. Variabel Terikat
      1. Prestasi belajar matematika siswa

Prestasi belajar matematika merupakan hasil yang dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar matematika sehingga terjadi proses perubahan dalam pemikiran serta tingkah laku dan pengukurannya dapat dilakukan menggunakan evaluasi. Hasil dari prestasi belajar matematika yaitu diperoleh dari nilai tes prestasi belajar matematika.

Minat belajar matematika siswa

Minat belajar merupakan kecenderungan subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu dan mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan. Dengan kata lain minat belajar matematika adalah kecenderungan subyek untuk merasa tertarik untuk belajar pada mata pelajaran matematika. Aspek-aspek dalam minat yaitu perasaan senang, perhatian, konsentrasi, dan kemauan untuk mempelajari materi matematika.

  1. Variabel bebas
    1. kemampuan awal siswa

Kemampuan awal siswa adalah tingkat penangkapan pemahaman berdasarkan kemampuan masing-masing siswa. Akibatnya ada siswa yang berhasil mencapai pemahaman materi yang baik yang diindikasikan dengan prestasi belajar yang baik pula. Aspek dari kemampuan awal yaitu kecerdasan, minat, bakat dan perhatian.

  1. fasilitas pembelajaran siswa

fasilitas adalah sarana pendukung bagi proses belajar anak. Semakin lengkap fasilitas yang dimiliki anak maka keberhasilan anak akan semakin tinggi. Fasilitas pembelajaran adalah sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha yang dapat berupa benda maupun uang.

Sedangkan aspek fasilitas pembelajaran siswa yaitu  tempat pembelajaran, media pembelajaran dan peralatan tulis

  1. lingkungan sekolah

lingkungan sekolah merupakan seluruh kondisi ruang dalam lembaga pendidikan formal yang mampu mengembangkan potensi individu dan mampu mempengaruhi belajar. Aspek-aspek lingkungan sekolah meliputi suasana lingkungan sekolah, hubungan antar anggota sekolah dan perhatian guru.

  1. Instrumen Penelitian
    1. Penyusunan Instrumen
      1. Penyusunan angket

Untuk mendapatkan data tentang fasilitas pembelajaran, lingkungan sekolah, dan minat belajar menggunakan angket. Angket yang diujicobakan sebanyak 20 butir soal. Bentuk angket yang digunakan adalah pilihan ganda. Alternatif jawaban tiap item ada empat.

Prosedur pemberian skor berdasarkan tingkat fasilitas pembelajaran siswa, lingkungan sekolah,  dan minat belajar siswa yaitu:

1)   Jawaban a dengan skor 4 menunjukkan fasilitas belajar siswa, lingkungan sekolah,  dan minat belajar siswa paling tinggi.

2)   Jawaban b dengan skor 3 menunjukkan fasilitas belajar siswa, lingkungan sekolah,  dan minat belajar siswa a tinggi.

3)   Jawaban c dengan skor 2 menunjukkan fasilitas belajar siswa, lingkungan sekolah,  dan minat belajar siswa sedang.

4)   Jawaban d dengan skor 1 menunjukkan fasilitas belajar siswa, lingkungan sekolah,  dan minat belajar siswa rendah.

Observasi untuk mendapatkan hasil penyusunan instrumen ini  dengan membuat kisi-kisi dan instrumennya yang terdapat pada lampiran.

  1. Penyusunan tes

Data prestasi belajar matematika dilakukan dengan metode tes, yaitu tes prestasi belajar matematika. Tes yang diberikan sebanyak 20 item soal yang terdiri dari soal pilihan ganda yang telah diuji validitasnya.

Prosedur pemberian skor berdasarkan tes pada prestasi belajr matematika yaitu :

1)        Skor 1, apabila jawaban siswa benar

2)        Skor 0, apabila jawaban siswa salah

Observasi untuk mendapatkan hasil penyusunan instrumen ini  dengan membuat kisi-kisi dan instrumennya yang terdapat pada lampiran.

  1. Uji Coba Instrumen

Pada uji coba ini ditujukan kepada siswa kelas VII SMPN 1 Keling sebanyak 20 butir soal untuk angket dan 20 butir soal untuk tes. Uji coba instrumen ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat validitas tiap item dan mengukur hasil yang hendak dicapai.

  1. Validitas item angket

Untuk mendapatkan tingkat validitas tiapa item digunakan korelasi product moment sebagai berikut:

Dimana:

rxy   : koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y

N      : jumlah siswa

: jumlah hasil perkalian skor x dan skor y

: jumlah seluruh skor x

: jumlah seluruh skor y

Apabila rxy ≥ r tabel maka item valid, dalam hal ini diambil taraf signifikan 5%

Reliabilitas menunjukkan pada tingkat kepercayaan sesuatu yang dapat diandalkan. Adapaun teknik yang digunakan untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen angket dalam penelitian ini sebagai berikut:

Dimana:

r11      : reliabilitas seluruh item soal

n        : banyaknya item

: jumlah varians skor tiap-tiap item

: varians total

Dengan teraf signifikan 5%, apabila r11≥ rtabel maka dikatakan riabel.

  1. Uji Validitas Tes

Validitas tes adalah tingkat suatu tes untuk mengukur apa yang hendak dicapai. Adapun teknik yang digunakan adalah korelasi product moment, yang rumusnya dikemukakan oleh Peaison sebagai berikut:

Dimana:

r      : koefisien korelasi tiap item

n     : banyaknya responden

: jumlah skor iem

: jumlah skor total

: jumlah perkalian skor item dengan skor total

Untuk mengetahui validitas dari tiap item maka hasil yes dikonsultasikan dengan nilai rtabel dengan taraf signifikan 5%

Reliabilitas adalah suatu tes yang dapat memberikan hasil yang tetap walaupun diteskan berulang-ulang. Uji reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha yaitu untuk menguji alat tes yang bukan berskor 1 dan 0, misal soal angket. Adapun rumusnya adalah:

Dimana:

r11      : reliabilitas

n        : banyaknya responden

: jumlah varians butir

: varians total

Teknik Penyajian Data

Dalam penelitian ini, analisis data disajikan dalam bentuk  Diagram batang. Diagram batang adalah Teknik penyajian data dengan menggunakan gambar berbentuk balok atau batang . Batang – batang itu dapat digambar secara tegak (diagram batng tegak) atau mendatar (diagram batang mendatar).

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyajian data dengan menggunakan diagram batang :

  1. Kelas interval

Interval nilai 30 – 38, 39 – 47, 48 – 56, dst dinamakan kelas

  1. Batas kelas

Interval 30 – 38, ini berarti 30 sebagai batas kelas bawah dan 38 sebagai batas kelas atas.

Tepi kelas

Tepi kelas juga terdapat dua macam, yaitu tepi kelas bawah dan tepi kelas atas. Adapun untuk memperolehnya digunakan aturannya sebagai berikut :

Tepi kelas bawah = batas kelas bawah – 0,5

Tepi kelas atas = batas kelas atas + 0,5

  1. Panjang kelas

Panjang kelas = tepi kelas atas – tepi kelas bawah

  1. Titik tengah interval kelas

Cara menentukan titik tengah suatu interval kelas adalah

½ (batas atas + batas bawah)

  1. Menentukan jangkauan data (J)

Jangkauan = Ukuran terbesar – ukuran terkecil

  1. Menentukan banyak kelas interval

Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log n, dimana n adalah banyak data

  1. Menentukan panjang kelas

Panjang kelas dapat ditentukan dengan menggunakan aturan :

Panjang kelas =

  1. Menentukan nilai batas bawah

Dalam menentukan batas bawah bisa diambil dari ukuran terkecil, atau nilai data yang terkecil atau nilai data yang lebih kecil dari ukuran terkecil tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang ditentukan

  1. Memasukkan semua data kedalam interval kelas

Data yang diketahui dimasukkan kedalam kolom tersendiri yang diisi dengan cara tally/turus sesuai dengan interval kelasnya.

Untuk menghitung variansi dan standar deviasi pada suatu data yaitu :

Variansi atau

Standar deviasi atau

  1. Teknik Analisis Data
    1. Uji prasarat analisis
      1. Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian adalah uji lilliefors. Langkah-langkah uji lilliefors adalah sebagai berikut:

1)   Hipotesis

H0        : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal

H1        : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal

2)   Taraf signifikan α=0,05

3)   Statistik uji

L=maks │F(zi) – S(zi)│

Dimana;

F(zi)     = P(z ≤ zi) dengan z ~N(0,1)

S(zi)     = proporsi banyaknya z ≤ zi terhadap banyaknya zi

zi : skor standar untuk

S = deviasi standart ( simpangan baku )

4)   Daerah kritik

Dk : {L│L > Lα;n} dengan n adalah ukuran sampel L>Lα;n yang diperoleh dari tabel lilliefors pada tingkat signifikan α dan derajat bebas n (ukuran sampel).

5)   Keputusan uji

H0 ditolak jika L  Dk, atau H0 diterima jika L Dk.

Perhitungan uji normalitas dalam penelitian ini, menggunakan program SPSS for windows

  1. Uji Lineritas

Uji lineritas digunakan untuk menguji apakah hubungan antara setiap variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian bersifat linier atau tidak.

Persamaan regresinya adalah Y=a+bx

Stastistik uji:

Keputusan uji:

H0 ditolak jika Fhit > Ftabel dengan α = 0,05, dk=k-2;n-d

Perhitungan uji lineritas dalam penelitian ini, menggunakan program SPSS for windows

  1. Uji hipotesis

Uji hipotesis pada penelitian menggunakan analisis jalur, yaitu sebagai berikut :

Dalam analisis jalur terdapat koefisien jalur. Koefisien jalur menunjukkan kuatnya pengaruh variabel independen terhadap dependen. Bila koefisien jalur rendah dan angkanya dibawah 0,05, maka pengaruh jalur tersebut dianggap rendah sehingga dapat dihilangkan.

Hubungan jalur antar variabel dalam diagram jalur adalah hubungan korelasi, oleh karena itu perhitungan angka koefisien jalur menggunakan standar skor z. Pada setiap variabel eksogen tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain dalam diagram, sehingga yang ada hanyalah suku residualnya yang diberi notasi e. Variabel ini sering disebut variabel residual. Tetapi pada variabel dependen/endogen, karena sebenarnya banyak variabel eksogen yang mempengaruhi, maka perhitungannya selain memperhatikan variabel eksogen yang mempengaruhi langsung juga residualnya/errornya (e).

Keterangan :

P21, P31, P32,P41, P42, P43, P51, P52, P53, P54 adalah koefisien jalur dari X1 menuju X2, X1 menuju X3, X2 menuju X3, X1 menuju X4, X2 menuju X4, X3 menuju X4, X1 menuju X5, X2 menuju X5, X3 menuju X5, X4 menuju X5. Pada gambar X1, X2, X3 merupakan variabel eksogen/independen dan X4, X5 merupakan variabel endogen/dependen . Jika variabel-variabel dituliskan dalam bentuk angka baku z, maka z untuk variabel eksogen/independen ini adalah z1 yang hanya dinyatakan oleh suku residual e1 saja.

Variabel X2 yang tergantung pada X1, juga tergantung pada residual e2  dengan koefisien jalur P21. Persamaannya yang dinyatakan dalam bentuk angka baku z adalah z2 = P21 z1 + e2. Jika ini diteruskan untuk variabel-variabel lain dalam diagram jalur tersebut, maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut :

z1 = e1

z2 = P21 z1 + e2

z3 = P31 z1 + P32 z2 + e3

z4 = P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 + e4

z5 = P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5

Selanjutnya koefisien jalur yang merupakan koefisien korelasi rij dapat dihitung. Karena harga-harga variabel dinyatakan dalam angka baku z, maka untuk n buah pengamatan rumus untuk menghitung koefisien jalur adalah seperti rumus berikut :

rij = iZj

Berdasarkan rumus tersebut, selanjutnya dapat dihitung koefisien-koefisien jalurnya, yaitu sebagai berikut :

  1. Mencari harga P21

r21 = iZj , dimana z2 = P21 z1 + e2

r21 = 1(P21 z1 + e2 )

r21 = P21 12 +  1e2

Karena 12 = 1 dan 1e2 = 0 ( syarat residual tidak berkorelasi) maka, r21 = P21

  1. Mencari harga P31

r31 = 1Z3, dimana z3 = P31 z1 + P32 z2 + e3

r31 = 1(P31 z1 + P32 z2 + e3 )

r31 = P3112 + P32 1z2 +  1 e3

Karena 12 = 1, 1z2= r12 dan 1 e3 = 0 ( syarat e3 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka r13 = P31 + P32 r12

  1. Mencari harga P32

r32 = 2Z3, dimana z3 = P31 z1 + P32 z2 + e3

r32 = 2 (P31 z1 + P32 z2 + e3)

r23 = P31 2z1 + P32 22 + 2 e3

Karena2z1= r12  22 = 1, dan 1 e3 = 0 ( syarat e3 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka r23 = P31 r12 +  P32

  1. Mencari harga P41

r14 = 1Z4, dimana z4 = P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4

r14 = 1 (P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4 )

r14 = P41 12 + P42 1 z2 + P43 1 z3 + 1 e4

Karena 12 = 1, 1 z2 = r12, 1 z3 = r13, 1 e4 = 0 ( syarat e4 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r14 = P41 + P42 r12 + P43 r13

  1. Mencari harga P42

r24 = 2Z4, dimana z4 = P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4

r24 = 2 (P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4 )

r24 =  P41 2 z1 +  P42 22 + P43 2 z3 + 2 e4

Karena  2 z1 = r12 ,  22 = 1, 2 z3 = r23, 2 e4 = 0 ( syarat e4 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r24 = P41 r12 + P42 + P43 r23

  1. Mencari harga P43

r34 = 3Z4, dimana z4 = P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4

r34 = 3 (P41 z1 + P42 z2 + P43 z3 +  e4 )

r34 =  P41 3 z1 +  P42 3 z+ P43 32 + 3 e4

Karena  3 z1 = r13 ,  32 = 1, 3 z2 = r23, 2 e4 = 0 ( syarat e4 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r34 = P41 r13 + P42 r23 + P43

  1. Mencari harga P51

r15 = 1Z5, dimana z5 = P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5

r15 = 1 (P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5 )

r15 =  P51 12+  P52 1 z+ P53 1 z3 + P54 1 z4 1 e5

Karena12 = 1,  1 z2 = r12 , 1 z3 = r131 z4 = r141 e5 = 0 ( syarat e5 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r15 = P51 + P52 r12 + P53 r13 + P54 r14

  1. Mencari harga P52

r25 = 2Z5, dimana z5 = P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5

r25 = 2 (P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5 )

r25 =  P51 2 z1 +  P52 22+  P53 2 z3 + P54 2 z4 2 e5

Karena22 = 1,  2 z1 = r12 , 2 z3 = r232 z4 = r242 e5 = 0 ( syarat e5 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r25 = P51 r12 + P52 + P53 r23 + P54 r24

  1. Mencari harga P53

r35 = 3Z5, dimana z5 = P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5

r35 = 3 (P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5 )

r35 = P51 3 z+ P52 3 z+ P53 32+  P54 3 z4 +   3 e5

Karena32 = 1,  3 z1 = r13 , 3 z2 = r233 z4 = r343 e5 = 0 ( syarat e5 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r35 = P51 r13 + P52 r23 +  P53 + P54 r34

  1. Mencari harga P54

r45 = 4Z5, dimana z5 = P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5

r45 = 4 (P51 z1 + P52 z2 + P53 z3 + P54 z4 + e5 )

r45 = P51 4 z+ P52 4 z+ P53 4 z3 +  P54 424 e5

Karena42 = 1,  4 z1 = r14 , 4 z2 = r244 z3 = r344 e5 = 0 ( syarat e5 tidak berkorelasi dengan variabel dalam persamaan), maka :

r45 = P51 r14 + P52 r24 + P53 r34 + P54

Melalui analisis jalur ini dapat digunakan untuk mengetahui efek langsung dan tidak langsung dari satu variabel terhadap variabel yang lain. Efek ini dapat diketahui berdasarkan jalur-jalur panah yang ada pada diagram atau melalui hasil perhitungan berdasarkan persamaan yang menghubungkan koefisien korelasi rij dan koefisien jalur Pji. Sebagai contoh r13 = P31 + P32 r12.

Setelah r12 = P21 disubtitusi, maka diperoleh harga r13 = P31 + P32 P21. Hal ini berarti bahwa koefisien korelasi r13 antara X1 dan X3 terdiri dua efek, yaitu efek langsung X1 ke X3 dan efek tidak langsung X1 ke X3 lewet X2. Demikian juga untuk korelasi antara X1 dan X4 adalah r14. Setelah r12 dan r13 disubtitusi, maka diperoleh :

r14 = P41 + P42 P21 + P43 P31 + P43 P32 P21

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa korelasi antara X1 dengan X4 terdiri atas empat efek, yaitu efek langsung X1 dengan X4, efek tidak langsung X1 dengan X4 lewat X2, efek tidak langsung X1 dengan X4 lewat X3, efek tidak langsung X1 dengan X4 lewat X2 dan X3.

Dengan adanya berbagai macam efek langsung dan tidak langsung tersebut, akan bermanfaat untuk menentukan efek tidak langsung total. Untuk variabel X1 dan X3 dimana r13 = P31 + P32 P21. Efek tidak langsung total sama dengan P32 P21 = r13 –  P31. Untuk variabel X1 dan X4 dimana r14 = P41 + P42 P21 + P43 P31 + P43 P32 P21, maka efek tidak langsung total P42 P21 + P43 P31 + P43 P32 P21 =  r14 –  P41. Jadi efek tidak langsung total = koefisien korelasi dikurangi koefisien jalur dalam variabel yang sama.

Untuk dapat menemukan koefisien jalur, maka harga-harga korelasi r12, r13, r23, r14, r24, r34, r15, r25, r35, dan r45 harus telah diketahui nilainya. Kalau dalam penelitian, sebelum melakukan analisis jalur, maka harus dihitung terlebih dulu nilai-nilai korelasi antar variabel berdasarkan data yang terkumpul.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Saifudin. 2009. Psikologi Intelegensi. Jakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Arikunto, Suharsimi. 2004 . Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Budiyono. 2000. Statistik Dasar Untuk Penelitian. Surakarta: FKIP UNS.

Djamariah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Dukungan Fasilitas Belajar, Iklim Keluarga dan Sikap Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP N 2 Mondokan Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi. Indah Wulansari. 2009. UMS.

Karso, dkk. 2004. Pendidikan Matematika I. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Depdiknas.

Pedoman Penulisan Skripsi. 2009. Surakarta: FKIP UMS.

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Kemampuan Awal Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika (Di Kelas 1 SMP Muhammadiyah 10 Surakarta 2004/2005). Skripsi. Joko Triyanto. 2005. UMS.

Pengaruh Disiplin Belajar, Lingkunagn Keluarga dan Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Semester I Tahun Ajaran 2004/2005 SMA N I Gemolong Kab Sragen. Harning Setyo Susilowati. 2005. UMS.

Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Slameto. 2006. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. 2009.  Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Statistika dan Penelitian. Bandung : Alfabeta

Supardi, Imam. 2007. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung : PT Alumni.

Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

The Liang Gie. 2006. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Pusat Kemajuan Studi.

Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s