Metode Penelitian Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Sejak abad ke-18, ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dan melahirkan teknologi canggih yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengubah sejarah peradaban manusia menjadi lebih modern. Para ilmuan berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan karena mereka bekerja secara sistematis, jujur dan disiplin. Mereka mengembangkan semua keterampilan yang mereka miliki. Keterampilan itu dinamakan keterampilan proses. Seseorang yang ingin mempelajari sains diharapkan dapat menggunakan dan melatih keterampilan proses yang dimilikinya sehingga akan terbentuk suatu sikap ilmiah dalam menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan di alam.

Metode ilmiah adalah langkah-langkah sistematis dan teratur yang digunakan dalam rangka mencari kebenaran ilmu pengetahuan. Metode ilmiah diperlukan dalam melakukan suatu penelitian. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan rasa ingin tahu manusia terhadap suatu kejadian atau gejala alam tertentu. Ilmu pengetahuan terus berkembang karena para ilmuan tak berhenti mencari tahu dan meneliti mengenai gejala-gejala alam yang terjadi.

Oleh karena itu penulis akan membahas masalah pentingnya ilmu pengetahuan dan pendekatan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan yang makin pesat telah membawa perubahan di segala sektor kehidupan manusia. Karenanya penguasaan ilmu pengetahuan merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan manusia yang berkualitas.

B.     Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah perbedaan ilmu pengetahuan dan pikiran sehat?
  2. Apa sajakah metode pengetahuan itu?
  3. Apakah yang dimaksud dengan ilmu dan bagaimanakah fungsi ilmu tersebut?
  4. Apakah penelitian ilmiah suatu definisi itu?
  5. Apakah yang dimaksud pendekatan ilmiah itu?

C.    Tujuan Review

  1. Tujuan umum

Tujuan umum ilmu pengetahuan meliputi:

  • menjelaskan fenomena-fenomena kehidupan, baik fenomena sosial  atau alam secara sistematis, objektif, logis atau rasional.
  • untuk memahami fenomena alam dan sosial secara objektif, sistematis, dan terbuka untuk diuji kembali melalui proses penelitian ilmiah (Hooever, 1980).
  • Manusia mampu mengembangkan ilmu pengetahuan karena mempunyai kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu.
  • untuk memecahkan masalah melalui metode ilimah sehingga diperoleh pengetahuan baru yang ilmiah (ilmu).

2.   Tujuan khusus

  • Memberi citra pada penulisnya bahwa ia menguasai konsep, istilah, definisi, teori, hukum atau dalil yang menjadi ciri khas disiplin ilmu yang bersangkutan.
  • Merangsang peneliti lain untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum terjawab secara tuntas sebagaimana yang diisyaratkan dalam rekomendasi peneliti.
  • Menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Dalam penelitian ilmiah, tujuan ini merupakan tujuan yang bersifat jangka pendek. Hasil penelitian lebih menekankan pada usaha pemecahan masalah-masalah praktis.

D.    Manfaat Review

  • Manfaat praktis
  1. Amal ilmiah yang dapat diterapkan oleh konsumen yang berminat.
  2. Dapat diajukan sebagai pedoman dan bahan rujukan bagi rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat dalam melakukan penelitian ilmiah.
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar menjadi manusia yang berkualitas sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang.
  • Manfaat teoritis
  1. Untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam penelitian ilmiah. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memberikan kajian baru dalam bidang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang di masa mendatang.
  2. Mengurangi ketidakpastian akan kebenaran ilmiah dengan menyediakan informasi yang akurat.

 

 BAB II

KAJIAN TEORI

A.     Definisi Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah

  1. Definisi ilmu pengetahuan

Pengetahuan merupakan persepsi subyek (manusia) atas obyek (riil dan gaib) atau fakta. Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar disusun dengan sistem dan metode untuk mencapai tujuan yang berlaku universal dan dapat diuji/diverifikasi kebenarannya

Berikut beberapa definisi ilmu pengetahuan menurut beberapa ahli:

Mohammad Hatta Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut hubungannya dari dalam.

Harsojo, ilmu pengetahuan merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan. Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh factor ruang dan waktu yang pada prinsipnya dapat diamati panca indera manusia. Suatu cara menganlisis yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk: “jika,….maka…”

2.   Definisi penelitian ilmiah

Ada beberapa definisi penelitian yang telah dikemukan oleh beberapa ahli, antara lain:

Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18).

Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro & Supomo, 1999: 16).

B.     Persoalan pada Penelitian Ilmiah

Persoalan (problem) yang biasa muncul pada penelitian ilmiah adalah pangkal penelitian. Tidak akan ada penelitian kalau tidak ada persoalan. Persoalan ialah segala sesuatu yang dihadapi atau dirasakan seseorang yang menimbulkan dalam diri orang bersngkutan suatu keinginan atau kebutuhan untuk membahasnya, mencari jawabannya atau menetapkan cara menyelesaikannya. Kejadian, kenyataan atau keadaan yang menjadi sumber persoalan berada diluar rohani pengamat, berarti diluar alam fikir dan alam rasanya. Sumber persoalan berada didalam lingkungan tempat pengamat berada, atau dapat berada dijasmani pengamat.

Persoalan adalah tafsiran sesuatu yang teramati lewat tanggap rasa, cerapan dan konsep, yang ketiganya merupakan cetusan alam fikir dan alam rasa. Jadi sumber persoalan adalah sesuatu yang objektif, akan tetapi persoalan selalu bersifat subjektif. Kejadian yang sama dapat menimbulkan persoalan yang berbeda dalam diri pengamat yang berbeda.

C.    Alternatif Solusi

Karena persoalan atau problem yang biasa muncul pada penelitian ilmiah adalah pangkal penelitian maka solusi untuk masalah tersebut adalah peneliti harus mampu menguasai permasalahan atau bahan yang akan diteliti. Sehingga untuk ke depannya, peneliti dapat memecahkan permasalahan yang menjadi pokok penelitian dengan baik dan dapat menemukan metode serta cara yang sesuai untuk memecahkan permasalahan tersebut.

D.    Aspek-aspek Ilmu Pengetahuan

Pada ilmu pengetahuan ada beberapa aspek yang perlu ditekankan, seperti aspek ontologi, aspek epistemologi (teori pengetahuan atau kajian tentang justifikasi kebenaran pengetahuan atau kepercayaan) dan aspek aksiologi yang bertujuan untuk menemukan kebenaran atas fakta “yang ada” atau sedapat mungkin ada kepastian kebenaran ilmiah.

BAB III

ISI

A.    Ilmu Pengetahuan dan Pikiran SehatWhitehead (Kerlinger, 1998) pernah mengemukakan bahwa dalam pemikiran kreatif, pikiran sehat bukanlah panutan yang baik. “Satu-satunya kriterium penilainya ialah, bahwa gagasan-gagasan baru harus mirip dengan gagasan lama”. Pernyataan tersebut sudah tepat, karena pikiran sehat itu sering pula tidak baik dijadikan panutan dalam menilai pengetahuan.Menurut pandangan ini, ilmu merupakan perpanjangan pikiran sehat yang sistematis dan terkendali, sebab seperti dikatakan oleh Conant (Kerlinger, 1998), pikiran sehat adalah serangkaian konsep dan pola konseptual (conceptual scheme) yang memenuhi kebutuhan praktis umat manusia.

Ilmu dan “comon sence” berbeda tajam dalam lima hal. Perbedaan itu berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Perbedaan :

  1. Penggunaan pola konseptual dan struktur teoritis nyata-nyata lain.
  2. Ilmuan secara sistematis dan empiris menguji teori-teori dan hepotesis-hepotesisnya.
  3. terletak pada pengertian tentang kendali atau control
  4. Antara ilmu dan common sense mungkin tidak begitu tajam
  5. Antara common sense dengan ilmu terletak dalam penjelasan yang berlainan mengenai fenomen yang teramati.

Ilmu membicarakan hal-hal yang dapat diamati dan diuji secara terbuka. Jika proposisi atau pernyataan tidak memuat implikasi untuk pengamatan dan pengujian terbuka, ia bukanlah proposisi atau pernyataan ilmiah.

B.     Empat Metode Pengetahuan

Charles Peirce (kerlinger, 1998) berkata, ada empat jalan untuk memperoleh pengetahuan, atau menurut pengungkapannya untuk menetapkan keyakinan.

  1. Dengan cara kegigihan/keuletan (tenacity). Melalui cara ini kita dapat memegang teguh kebenaran, yakni kebenaran yang kita kenal sebagai hal yang bener karena kita memegangnya teguh-teguh, karena kita senantiasa mengetahuinya sebagai sesuatu yang benar.
  2. Ke arah pengetahuan atau keyakinan kukuh adalah cara otoritas/kewenangan. Inilah cara yang ditempuh dalam hal keyakinan yang telah mapan. Seperti yang dikatakan oleh Peirce (kerlinger, 1998) cara ini lebih unggul dibandingkan dengan kegigihan, sebab umat manusia bisa menggunakannya sebagai pangkal tolak kemajuan meskipun kemajuan itu lamban.
  3. Untuk mendapatkan pengetahuan atau keyakinan kukuh ialah a priori. Cara ini diunggulkan karena adanya anggapan bahwa proposisi yang diterima oleh seorang penganut cara a priori (a priorist) tidak lagi membutuhkan pembuktian apa pun.
  4. Metode pengetahuan. Pendekatan ilmiah ini memiliki cirri yang tidak ada pada ketiga metode tersebut dalam memperoleh pengetahuan : kesanggupan mengoreksi diri.

Alat-alat periksa dalam penelitian ilmiah sedapat mungkin dipautkan pada realitas yang tidak terkungkung dalam keyakinan, persepsi, bias, nilai, sikap, dan emosi pribadi ilmuwan. Satu-satunya kata yang sanggup mengungkapkan hal ini dengan sebaik-baiknya mungkin adalah “ obyektifitas”. Obyektivitas adalah kesesuaian antara penilian “ahli” mengenai amatan (hal yang di amati) di satu pihak, dengan hal yang harus atau telah dilakukan dalam penelitian.

C.    Ilmu dan Fungsi-fungsinya

Secara garis besar ada dua pandangan tentang ilmu, yaitu pandangan statis dan pandangan dinamis. Pandangan statis, yang tampak mempengaruhi kebanyakan orang awam, adalah bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu kegiatan yang memberikan sumbangan berupa informasi sistematis kepada dunia. Tugas ilmuan adalah menyiapkan fakta baru dan menambahkannya pada tubuh informasi yang telah ada sebelumnya. Ilmu bahkan dipandang sebagai himpun fakta.

Dalam pandangan ini, ilmu pengetahuan juga merupakan suatu cara untuk menjelaskan fenomena yang teramati. Dengan demikian, tekanannya adalah pada taraf dan keadaan ilmu pengetahuan yang sekarang dan peningkatannya, dan pada perangkat hukum, teori, hipotesis, dan kaidah-kaidah yang sekarang.

Dipihak lain, pandangan dinamis melihat ilmu sebagai suatu kegiatan, yakni hal-hal yang dilakukan oleh para ilmuan. Taraf pengetahuan yang tercapai itu sangat penting, akan tetapi hal itu penting terutama karena merupakan landasan bagi teori dan penelitian lebih lanjut. Gagasan ini disebut pandangan heuristik. Kata heuristik yang berarti berfungsi mengungkapkan, kini memiliki konotasi yang berkaitan dengan penemuan diri (self discovey) . Contohnya, metode pengajaran heuristik menekankan bahwa peserta didik melakukan penemuan sendiri untuk dirinya sendiri.

Pandangan heuristik dalam ilmu pengetahuan menekankan teori dan skemata  konseptual yang saling berkait dan banyak manfaatnya bagi penelitian lebih lanjut. Tekanan heuristik adalah tekanan pada penemuan atau mengungkapkan.

Segi heuristik inilah yang banyak membedakan ilmu pengetahuan dengan teknik dan teknologi. Heuristik dapat pula disebut sebagai pemecahan masalah, namun dengan penekanan pada pemecahan masalah secara imajinatif bukan secara rutin. Pandangan heuristik dalam ilmu pengetahuan mementingkan pemecahan masalah dan bukannya fakta serta himpunan informasi.

Fungsi ilmu pengetahuan adalah menetapkan hukum-hukum umum yang meliputi perilaku kejadian dan objek yang dikaji oleh ilmu yang bersangkutan dan dengan demikian memungkinkan kita saling mengaitkan pengetahuan kita tentang kejadian-kejadian yang kita ketahui secara terpisah-pisah dan membuat ramalan tentang kejadian yang belum dikenal.

Adekuasi suatu teori terletak pada kekuatan prediksinya. Jika dengan menggunakan suatu teori kita mampu membuat suatu prediksi yang sukses, maka teori itu terkukuhlah dan ini sudah cukup dan tidak usah mencari penjelasan-penjelasan yang lebih lanjut. Karena dengan membuat prediksi yang andal, kita dapat melakukan kontrol , sebab kontrol dapat dijabarkan dari prediksi.

Titik pandang yang melihat ilmu pengetahuan dari sudut prediksi ini memuat validitas. Prediksi adalah suatu segi atau aspek saja dari teori. Dalam teori itu memuat prediksi. Artinya, dari proposisi-proposisi primitif suatu teori menurunkan atau mendeduksikan proposisi-proposisi lain yang lebih kompleks.

Gagasan tentang generalitas merupakan hal terpenting. Suatu hubungan spesifik tentu saja kurang luas wilayah berlakunya. Misalnya, kalau orang menemukan bahwa kecemasan dalam menghadapi ujian berkaitan dengan hasil ujian, meskipun penemuan ini menarik dan penting kurang luas wilayah berlakunya dan kurang mudah dipahami daripada seandainya orang lebih dulu menemukan hubungan ini dalam suatu kerangkayang terdiri atas variabel-variabel yang saling berkait dan merupakan bagian suatu teori. Dengan demikian, tujuan-tujuan penelitian yang sederhana, terbatas dan spesifik pun baik pula. Akan tetapi tujuan penelitian teoritis adalah lebih baik, karena bersifat lebih umum dan lebih luas berlakunya.

D.    Penelitian Ilmiah Suatu Definisi

Penelitian ilmiah adalah suatu penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis tentang fenomena-fenomena alami dengan dipandu oleh teori dan hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat antara fenomena-fenomena.

Ada 2 hal yang perlu ditekankan dalam penelitian suatu definisi:

  1. Jika penelitian ilmiah bersifat sistematis dan terkontrol, berarti peenyelidikan ilmiah tertata dengan cara tertentu sehingga penyelidik dapat memiliki keyakinan kritis mengenai hasil penelitian
  2. Penyelidikan ilmiah bersifat empiris. Pendapat atau keyakinan subjektif harus diperiksa dengan menghadapkannya pada realitas objektif. Ilmuwan bersifat hiperkritis terhadap hasil penelitiannya sendiri maupun orang lain.

E.     Pendekatan IlmiahPendekatan ilmiah merupakan bentuk sistematis yang khusus dari seluruh pemikiran dan telaah reflektif. Pendekatan ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan kerja:

  1. Adanya kebutuhan objektif
  2. Perumusan maslah
  3. Pengumpulan teori
  4. Perumusan hipotesis
  5. Pengumpulan data/ informasi/ fakta
  6. Analisis data
  7. Penarikan kesimpulan

Sifat pendekatan ilmiah:

  1. Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, dan waktu)
  2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)
  3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan)

Pola pikir pendekatan ilmiah:

  1. Induktif, pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum
  2. Deduktif, penngambilan kesimpulan dari yang bersifat umum enjadi kasus yang bersifat khusus

Pendekatan ilmiah menjadi kerangka dasar penelitian dimana didalam penelitian akan beisi penerapan metode ilmiah.

Keterkaitan ilmu pengetahuan, metode ilmiah dan penelitian

  1. Masalah hambatan gagasan

Ilmuwan biasanya mengalami hambatan dalam upayanya memehami yang disebabkan adanya keresahan akan fenomena yang teramati dan ang tidak teramati. Untuk mengatasinya adalah dengan mengungkapkan gagasan itu secara terbuka.

  1. Hipotesis

Setelah mengkaji maslah, setelah menengok kebelakang pada pengalaman guna mencari solusi yang mungkin dan setela mencermati fenomena yang relevan, ilmuwan boleh merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan dugaan, suatu proposisi tentatif (sementara) mengenai hubungan atau relasi antara dua fenoena/ variabel atau lebih.

  1. Penalaran deduksi

Langkah ini sering lolos dari perhatian atau kurang ditekankan . Ilmuwan mendeduksi konsekuensi-konsekuensi dari hiotesis yang telah dirumuskannya. Dalam penalaran macam inilah pengalaan, pengetahuan dan kejelian menjadi penting.

Ketika merunut konsekuensi dari suatu hipotesis yang telah dirumuskannya, ilmuwan sering pada suatu hipotesis yang telah berbeda dengan maslah yang dikajikan pangkal tolaknya. Dipihak lain, ilmuwan mungkin menemukan bahwa runutan-runutannya membuatnya yakin bahwa maslah tersebut tidak dapat dipecahkan dengan alat-alat teknis yang terdapat sekarang

  1. Observasi, tes, eksperimen

Tahap observasi-tes-eksperimen hanyalah bagian dari upaya ilmiah. Jika masalanya dinyatakan dengan baik, hipotesis-hipotesisnya dirumuskan secara memadai, dan implikasi hipotesis itu dirunut secara cermat.

Pengujian hipotesis ialah menguji hubungan/relasi yang diungkapkan oleh hipotesis. Dengan demikian yang kita uji bukanlah variabel melainkan hubungan antara variabel-variabel itu. Pengamatan, pengujian dan percobaan diabdikan pada satu tujuan besar, yaitu menghadapkan hubungan itu pada tes empiric

Langkah-langkah atau jenjang-jenjang ancaman ilmiah tidaklah tertetapkan secara rapi. Langkah pertama tidaklah selesai secara rapi lebih dulu sebelum langkah kedua diambil. Lebih lanjut, kita dapat melakukan pengujian sebelum membuat runutan yang memadai mengenai implikasi-implikasi dan hipotesis itu. Hipotesisnya sendiri mungkin tampak memerlukan penyempurnaan atau elaborasi maupun penghalusan sebagai akibat perunutan implikasi dari hipotesis tersebut.

Hal yang paling penting adalah umpan balik terhadap masalahnya, hipotesis-hipotesnya, dan akhirnya teori tentang hasil-hasil penelitian. Para teoritis dan peneliti proses belajar, telah sering mengubah teori-teori dan penelitian mereka sebagai akibat dari temuan-temuan dalam eksperimen yang dilaksanakan.

Para teoritis dan peneliti telah mengkaji akibat-akibat lingkungan dan pendidikan dini terhadap perkembangan lebih lanjut. Bagian dari hal yang esensial dalam penelitian ilmiah adalah upaya yang mantap dan terus menerus untuk mereplikasikan dan mengecek  temuan-temuan , membetulkan teori berdasarkan bukti empirik dan menemukan penjelasan yang lebih baik tentang fenomena alami. Misalnya, seorang peneliti menemukan bahwa A berkaitan dengan B dengan suatu cara tertentu. Kemudian melakukan penelitian lagi untuk menetapkan kondisi-kondisi yang lain yang di dalamnya A juga berkait dengan B dalam cara serupa.

BAB IV

PEMBAHASAN

Perbedaan dan Persamaan Ilmu Pengetahuan dan Pikiran SehatBagaimana persamaan dan perbedaan antara ilmu pengetahuan dan pikiran sehat? Dapat dikatakan, ilmu dan pikiran sehat serupa. Menurut pandangan ini, ilmu merupakan perpanjangan pikiran sehat yang sistematis dan terkendali, sebab seperti dikatakan oleh Conant (Kerlinger, 1998), pikiran sehat adalah serangkaian konsep dan pola konseptual (conceptual scheme) yang memenuhi kebutuhan praktis umat manusia.Ilmu dan pikiran sehat berbeda tajam dalam 5 hal. Perbedaan itu berkisar pada kata sistematik dan terkendali. Perbedaan-perbedaan itu antara lain : penggunaan pola konseptual dan struktur teoristis nyata-nyata lain, ilmuan secara sistematis dan empiris menguji teori-teori dan hipotesis-hipotesisnya, pengertian tentang kendali atau control, antara ilmu dan pikiran sehat mungkin tidak begitu tajam, dan antara pikiran sehat dengan ilmu terletak dalam penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati.

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI dan SARAN

A.    Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Pikiran Sehat

Ilmu Pengetahuan merupakan perpanjangan pikiran sehat yang sistematis dan terkendali. Sedangkan Pikiran Sehat merupakan serangkaian konsep dan pola konseptual (conceptual scheme) yang memenuhi kebutuhan praktis umat manusia.

Metode Pengetahuan meliputi :

  1. Dengan cara kegigihan/keuletan (tenacity)
  2. Ke arah pengetahuan atau keyakinan kukuh adalah cara otoritas/kewenangan
  3. Untuk mendapatkan pengetahuan atau keyakinan kukuh ialah a priori
  4. Metode ilmu pengetahuan
  5. Ilmu pengetahuan merupakan suatu kegiatan yang memberikan sumbangan berupa informasi sistematis kepada dunia. Fungsi ilmu pengetahuan adalah menetapkan hukum-hukum umum yang meliputi perilaku kejadian dan objek yang dikaji oleh ilmu yang bersangkutan dan dengan demikian memungkinkan kita saling mengaitkan pengetahuan kita tentang kejadian-kejadian yang kita ketahui secara terpisah-pisah dan membuat ramalan tentang kejadian yang belum dikenal.
  6. Pendekatan ilmiah merupakan bentuk sistematis yang khusus dari seluruh pemikiran dan telaah reflektif.

B.  Implikasi

Berdasarkan hasil review yang telah dilakukan pada Buku Metode Penelitian Pendidikan yang membahas tentang Ilmu Pengetahuan dan Pikiran Sehat, bahwa Ilmu Pengetahuan dapat mempengaruhi pikiran sehat karena Ilmu membicarakan hal-hal yang dapat diamati dan diuji secara terbuka.

Dalam Ilmu Pengetahuan dan Pikiran Sehatterdapat Empat Metode pengetahuan yang mampu mengungkapkan keyakinan dalam mengetahui suatu kebenaran.

Ilmu pengetahuan mempunyai fungsi-fungsi yang dijelaskan secara terperinci dan lebih mendalam. Terdapat juga definisi tentang Penelitian Ilmiah merupakan bentuk sistematis yang khusus dari seluruh pemikiran dan telaah reflektif.

C. Saran

  1. Dari pembahasan diatas penulis berharap bahwa implikasi dari Ilmu Pengetahuan dan Pendekatan ilmiah dapat bermanfaat bagi penulis dan peneliti lain.
  2. Diharapkan kepada penentu kebijakan dalam hal ini Kepala Sekolah dapat proposional dalam menentukan kebijakan berhubungan dengan implikasi dari ilmu pengetahuan dan pendekatan ilmiah.
  3. Diharapkan ilmu pengetahuan dan pendekatan ilmiah yang telah diimpliksikan dapat bermanfaat bagi guru dan siswa.

 DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Sutama, M. Pd. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta: Fairus

http://mudjiarahardjo.com/artikel/140-penelitian-dan-pengembangan-ilmu-pengetahuan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s